Senin, 19 Mei 2014

Pengumuman Hasil Ujian Nasional Tahun 2014

Diberitahukan kepada seluruh siswa / peserta Ujian Nasional SMA Muhammadiyah 6 Palembang Tahun Pelajaran 2013 / 2014, bahwa Hasil Ujian Nasional Tahun 2014 akan diumumkan di laman ini. Pengumuman Hasil Ujian Nasional Tahun 2014 Insya' Allah akan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2014 pukul 18:30 WIB.

Adapun tata cara melihat / membaca pengumuman tersebut sebagai berikut :
  1. Klik Ujian Nasional
  2. Pilih kelas XII IPA atau XII IPS
  3. Pilih (klik) nama file anda
  4. Unduh file (*.pdf)
  5. Gunakan password untuk membuka file tersebut
  6. Cetak (print out) file tersebut
  • File hanya dapat dibuka / dibaca dengan mengunakan aplikasi adobe reader atau yang sejenis.
  • Bagi siswa yang belum memperoleh nama file dan password, silahkan hubungi pihak sekolah setiap hari kerja / sekolah.
Untuk menjadi perhatian :
  1. Bagi siswa yang nanti dinyatakan BERHASIL / LULUS, kami ucapkan selamat dan semoga menjadi lulusan yang dapat berguna sesuai dengan cita-citanya.
  2. Bagi siswa yang nanti dinyatakan BERHASIL / LULUS, dilarang melakukan aksi corat-coret, kebut-kebutan di jalan atau mengarah pada tindak kriminal lainnya. Apabila ternyata masih tetap dilakukan maka siswa yang bersangkutan akan mendapat sanksi dari sekolah.
  3. Bagi siswa yang nanti dinyatakan BELUM BERHASIL / TIDAK LULUS, kami berharap semoga dapat bersabar serta bertawakal kepada ALLAH SWT.
Demikianlah pengumuman ini kami sampaikan untuk diperhatikan dan dilaksanakan.

Senin, 05 Mei 2014

SMA MUHAMMADIYAH 6 PALEMBANG
MENERIMA PESERTA DIDIK BARU
 TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015




Selasa, 10 Desember 2013

Permendikbud Nomor 97 Tahun 2013

Tentang

Kriteria Kelulusan Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan

dan Ujian Nasional


Permendikbud Nomor 97 Tahun 2013 Tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional, dapat diunduh pada lampiran di bawah ini:

Prosedur Operasi Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun 2013/2014


PROSEDUR OPERASI STANDAR
PENYELENGGARAAN UJIAN NASIONAL
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH, SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA, SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH, SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA, SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN SERTA PENDIDIKAN KESETARAAN PROGRAM PAKET B/WUSTHA, PROGRAM PAKET C, DAN PROGRAM PAKET C KEJURUAN 

TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Lebih lanjut silahkan Klik lampiran ini  
 

Jumat, 03 Mei 2013

Mendikbud Bentuk Tim Khusus Selesaikan Status Guru Honorer

Sehari menjelang Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh melakukan audiensi dengan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI). Pertemuan berlangsung di ruang rapat Gedung A lantai 2 Kemdikbud, Jakarta, pada Selasa siang (30/4). Sejumlah guru dari berbagai daerah menyampaikan aspirasi mereka serta masalah yang dihadapi di daerahnya masing-masing kepada Mendikbud.

Menanggapi aspirasi seorang guru mengenai status guru honorer yang masih banyak di daerah-daerah, Mendikbud memutuskan untuk membentuk tim khusus yang akan bekerja sama mengatasi permasalahan status guru honorer. Tim tersebut terdiri dari perwakilan Kemdikbud, dan perwakilan dari PGRI. Perwakilan dari Kemdikbud akan dikoordinir Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan, Syawal Gultom, sedangkan perwakilan dari PGRI dikoordinir Ketua PGRI, Sulistiyo.

“Kalau perlu SK, akan di-SK-kan sehingga memiliki kekuatan hukum,” ujar Mendikbub. Dibentuknya tim khusus ini supaya permasalahan mengenai status guru honorer bisa cepat selesai. Mendikbud menambahkan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, juga memiliki semangat yang sama mengenai penyelesaian status guru honorer.

Kemudian menjawab keresahan guru tentang penerapan Kurikulum 2013, Mendikbud menegaskan, Kurikulum 2013 tidak boleh merugikan hak-hak dasar seorang guru. Ia menjelaskan, guru yang mata pelajarannya dihapus dalam Kurikulum 2013, akan dikonversi ke mata pelajaran lain. Selain itu, Kurikulum 2013 merupakan desain minimum, sehingga sekolah diperbolehkan menambah mata pelajaran atau mengembangkan desain itu.”Yang penting hak-hak guru dijaga, tidak boleh serta-merta diragukan,” ujarnya.